AMERIKASERIKAT, FOKUSJabar.id: Orde keagamaan Katolik Roma terbesar, Jesuit, merilis daftar nama 89 pastor Amerika Serikat (AS) yang dituduh terlibat skandal pelecehan seksual anak yang terjadi tahun 1950-an silam. Pengungkapan ini menjadi babak baru skandal seks yang menyelimuti Gereja Katolik AS. Langkah mengungkap nama-nama pastor yang dituduh terlibat kasus pelecehan seksual ini dilakukan Dalamdaftar tersebut, wakil Indonesia yang akan turun pada Kejuaraan Dunia 2022 di Tokyo tersebut terdiri dari 4 tunggal putra, 2 tunggal putri, 4 ganda putra, 3 ganda putri dan 3 ganda campuran. Namun, dari daftar nama pemain bulu tangkis Indonesia yang akan dikirim ke ajang Kejuaraan Dunia 2022 tersebut, tak ada nama Apriyani Rahayu . penyusunandaftar nama marga/fam, gelar adat dan gelar bangsawanke an di indonesia yang telah dilakukan mulai dari tahun 20092011 mencakup 24 (dua - puluh empat) provinsi, yaitu : (1) nangroe aceh darussalam, (2) sumatra utara, (3) sumatra barat, (4) riau, (5) kepulauan riau, (6), bengkulu, (7) sumatra selatan, (8) lampung, (9) bangka Adapunpartai politik yang mendaftar di KPU pada hari ini 1 Agustus 2022 yang di buka mulai pukul WIB. Berikut daftar nama partai politik (Parpol). Baca Juga: Seorang Anak Perempuan Usia 12 tahun Jadi Korban Pemerkosaan di Deli Sedang. 1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 2. Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) 3. Partai SEPUTARLAMPUNGCOM - Simak daftar nama pakaian dan rumah adat untuk 37 Provinsi di Indonesia berikut ini. Apa namanya untuk daerah asalmu, sudah tahu? Pakaian adat umumnya dipakai saat kegiatan adat, pernikahan, atau acara lainnya yang dimaksudkan untuk menunjukkan identitas pemakainya. Mengenal10 Pastor Katolik Terpopuler di Indonesia. . CANBERRA, - Australia kekurangan pastor dan pendeta sudah lama menjadi pembahasan di kalangan umat Kristen, hingga mereka harus mendatangkan pemimpin umat dari negara lain, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah Pastor Firminus Wiryono SVD asal Nusa Tenggara Timur, yang saat ini bertugas melayani umat Katolik di Emerald, sebuah kota yang terletak sekitar 832 kilometer dari Brisbane, ibu kota negara bagian Yon, nama panggilannya, ditahbiskan menjadi imam di Maumere, Flores pada tahun 2016, kemudian menjadi pastor paroki di Melbourne. Baca juga Pastor Katolik Ini Dibunuh Imigran Rwanda yang Ditolongnya "Saya sudah hampir dua tahun di Queensland dan sekarang melayani empat paroki untuk delapan komunitas di kota-kota kecil di dalam wilayah Emerald," ujar Pastor Yon kepada Sastra Wijaya dari ABC Indonesia. Wilayah Emerald hanya memiliki dua pastor yakni Pastor Yon dan seorang lagi asal Vietnam. Padahal sebelumnya, ada lima hingga enam orang pastor yang melayani umat di wilayah ini. Wilayah ini berada di bawah naungan keuskupan Rockhampton, yang sebelumnya memiliki 60 sampai 70 orang, namun Pastor Yon mengatakan pastor yang aktif hanya tinggal 17 orang. Pastor Yon menceritakan pastor Katolik di Australia sebelumnya berketurunan Eropa, seperti Irlandia, Belanda, atau Inggris. Tapi saat ini kebanyakan berasal dari negara di luar benua Eropa seperti Indonesia, India, Vietnam, dan Nigeria. Ia mengatakan, salah satu penyebab berkurangnya minat warga setempat untuk menjadi imam adalah menurunnya jumlah jemaat yang datang ke gereja secara rutin, seperti yang terjadi juga di negara lain. Baca juga Gelar Doa Bersama, 3 Pastor Ditangkap Junta Militer Myanmar "Kondisi Australia yang semakin sekuler, jadi kita lihat yang aktif ke gereja mereka yang sudah lanjut usia," jelasnya. "Generasi di bawah mereka dulunya pernah dibaptis, tapi mereka tidak menjalankan kehidupan sebagai warga Katolik," jelas Pastor Yon. Tak hanya itu, skandal pelecehan seksual di gereja Katolik, termasuk di Australia, semakin menyulitkan situasi, menurut Pastor Yon. Tapi ia masih optimistis dengan masa depan gereja di Australia. "Tergantung bagaimana kita sekarang melakukan penyebaran kembali ajaran Kristen ke anak-anak muda, ke sekolah-sekolah Katolik." Mulai tahun depan ia akan pindah dari Emerald untuk lebih banyak terlibat dalam pembinaan imam di kalangan anak muda Katolik. Baca juga Jatuh Cinta, Seorang Pastor di Italia Mengundurkan Diri Perbedaan melayani di Indonesia dan Australia ABC INDONESIA Umat Kristen dari berbagai latar belakang budaya di Heidelberg Presbyterian Church di Melbourne. Pastor Aloysius Lamere MSC, akrab dipanggil Pastor Alo, sudah hampir 11 tahun bertugas melayani umat Katolik di Sydney dan Melbourne. Sudah hampir 30 tahun Pastor Alo yang berasal dari Maluku ini mengabdi menjadi imam, dengan pengalaman bertugas di Karanganyar Jawa Tengah, Jakarta, Kiribati, hingga Fiji. Sejak Februari lalu, Pastor Alo melayani umat di Paroki St Thomas di Blackburn, Melbourne. "Karena saya sudah terbiasa melayani dan belajar dari pastor lain di Australia, ketika saya pulang ke Indonesia, cara saya melayani sangat berbeda dengan pastor lain di Indonesia," katanya. Menurut Pastor Alo, banyak umat gereja di Indonesia memandang imam sebagai tokoh yang pendapatnya harus didengar sepenuhnya. "Di negara berkembang, pastor itu orang yang harus ditinggikan, harus dipatuhi, sementara di negara seperti Australia, pastor itu dianggap sebagai salah satu anggota masyarakat saja." Baca juga 5 Pastor dan 2 Biarawati Diculik di Haiti, Pelaku Minta Tebusan Rp 14 Miliar "Imam di sini tidak punya posisi yang lebih tinggi dibandingkan yang lain." Dari pengalamannya, kebanyakan umat Katolik di Australia tidak terlalu menuntut pastor untuk bisa lebih dari mereka, meski membutuhkan pastor. Tak hanya itu, ada pula perbedaan dengan materi khotbah."Di Indonesia kalau kita berkotbah, umat mengharapkan pastornya memberikan jalan, atau petunjuk mengenai kehidupan." "Sementara di sini kita hanya memberikan pendapat kita saja." Baca juga Aksinya Kentut di Wajah Jemaat Viral, Pastor Ini Mengaku Sedang Tunjukkan Mukjizat Gereja dengan jemaat beragam budaya ABC INDONESIA Pastor Aloysius Lamere dalam acara pembaptisan bayi di gereja. Pendeta Ignatius Bagoes Seta asal Surabaya, Jawa Timur, sudah menjadi pendeta Gereja Presbiterian di kawasan Heidelberg, Melbourne sejak 2017. Ia menceritakan keberagaman etnis jemaatnya, ada yang berasal dari Eropa juga Asia, seperti India dan China. "Kami tidak pernah membagi jemaat menjadi kebaktian sendiri, melainkan semua duduk di satu kebaktian." "Dengan demikian kami melihat identitas kami sebagai gereja multi-etnis," katanya kepada ABC Indonesia. Tapi ia mengatakan gereja Protestan, seperti Presbiterian tidak mengalami kekurangan pendeta. "Masih banyak pendeta lokal dan calon pendeta lokal yang menjalani pendidikan, dan dipersiapkan untuk pelayanan." Baca juga Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online "Fenomena pendeta atau pastor dari negara Asia yang melayani di sinode kami murni karena panggilan dan bukan karena kurangnya tenaga lokal," katanya. Pendeta Bagoes Seta sebelumnya pernah bertugas selama delapan tahun di Indonesia sejak menjadi pendeta pada 2002. "Perbedaan utama adalah pendekatan kepada jemaat," ujarnya. "Kita bisa menyampaikan hal yang sama, yakni berita Injil Kristus, tetapi dalam cara penyampaian dan penguraian itu yang perlu berbeda, contoh utama adalah ilustrasi yang diberikan." Ia juga mengatakan banyak pengkhotbah dari luar Australia yang memandang "enteng" masalah ini, misalnya menerjemahkan humor dari negara asal tapi kemudian mendapatkan reaksi yang berbeda. Baca juga Paus Fransiskus Sebut Wanita Boleh Jadi Lektor tapi Tetap Tidak Bisa sebagai Pastor Memenuhi panggilan spiritual Ferdinand Haratua yang lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pernah bekerja di bidang pemasaran iklan, sebelum memutuskan melanjutkan pendidikan di Australia. Ia meninggalkan pekerjaannya untuk belajar teologi kemudian di tahun 2018 mendirikan gereja bernama Rock City di kawasan Nunawading, sekitar 25 kilometer dari pusat kota Melbourne. Gerejanya adalah bagian dari Gereja Baptis Australia dengan jumlah jemaat 30-50 orang yang berlatar belakang etnis berbeda. "Ada orang Australia kulit putih, ada juga dari Indonesia, Vietnam, Malaysia. Mereka multi-etnis, sama seperti masyarakat Australia saat ini," katanya. Ferdinand mengaku merasa terpanggil untuk menjadi pelayan gereja setelah mengamati adanya kebutuhan spiritual dari warga di Australia. Baca juga Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online "Dari pengalaman saya sendiri ada teman kerja yang bunuh diri, banyak orang yang mengalami kecemasan, depresi dalam hidup mereka, padahal dari sisi materi mereka tidak kekurangan, rumah besar, mobil ada, karier bagus," katanya. Ia mengaku tidak keberatan jika penghasilannya saat ini hanya seperempat dari apa yang diperolehnya ketika bekerja di bidang pemasaran dan periklanan. "Tapi saya merasa puas dengan apa yang saya lakukan sekarang bisa menjadi bagian Tuhan untuk membantu yang lain," kata Ferdinand. "Jadi pendeta juga banyak tantangan, karena hidup itu tidak pernah berhenti," tambahnya. Ia mengatakan berbeda dengan saat masih bekerja kantoran yang bisa pulang ke rumah dan berhenti berpikir soal pekerjaan. Menurutnya hidup jemaat menghadapi berbagai masalah dan saat itulah ia harus memainkan perannya. Baca juga Paus Fransiskus Sebut Wanita Boleh Jadi Lektor tapi Tetap Tidak Bisa sebagai Pastor Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. O crescimento do número de pessoas que se declaram evangélicas está cada vez maior, e para tantas ovelhas, se faz necessário muitos pastores para cuidar de todo esse rebanho. Pesando nisso, a título de curiosidade, listamos os pastores famosos de maior destaque no Brasil. Grandes igrejas e seus grandes líderes, tem cada vez mais obtido destaque em meio ao público evangélico fama e sucesso. Recentemente, a grande mídia passou a noticiar os acontecimentos do meio evangélico, e assim os pastores e líderes tem cada vez mais, ganho espaço na mídia. Pastores famosos e os evangélicos O número de evangélicos no Brasil, tem ganhado destaque por conta de seus índices. Os evangélicos no País passaram de 2,6% para 15,4%, enquanto a proporção de católicos caiu de 95% para 73,62%. As religiões que mais avançaram está em meio aos fiéis de orientação pentecostal. Nesses 60 anos, as religiões pentecostais avançaram principalmente no Norte e Centro-Oeste do País. No Norte, o percentual de evangélicos passou de 1,1% para 19,8% e no Centro-Oeste, de 1,5% para 18,9%. Muito se discute, sobre a atuação dos evangélicos como forma de transformação social. Por muitas vezes não se tem visto uma ação, porém algumas igrejas no Brasil crescem assustadoramente. Seja na internet, ou em seus templos espalhados pela Brasil alguns líderes acabam se destacando. Assim, conheça agora o top 10 de dos pastores famosos e de sucesso no país. Pastor Silas Malafaia Assembléia de Deus Vitória em Cristo Bispo Edir Macedo Igreja Universal do Reino de Deus – IURD Apóstolo Estevam Hernandes Igreja Apostólica Renascer em Cristo Missionário RR Soares Igreja Internacional da Graça de Deus Apóstolo Valdemiro Santiago Igreja Mundial do Poder de Deus – IMPD Pastor Marco Feliciano Assembléia de Deus Apóstolo Renê Terra Nova Ministério Internacional da Restauração – MIR Pastor Ricardo Gondim Igreja Assembléia de Deus Betesda Missionário David Miranda Igreja Pentecostal Deus é Amor Pastor Márcio Valadão Igreja Batista da Lagoinha – IBL Menurut hasil sensus kependudukan di Australia, terhadap sekitar 80 ribu warga asal Indonesia di sini, dan 29 persen di antara mereka menganut agama Katolik, jumlah terbesar dibandingkan penganut agama jumlah yang besar tersebut, di kota seperti Sydney dan Melbourne sekarang ini beberapa pastur asal Indonesia didatangkan untuk melayani umat asal Indonesia, namun ada juga beberapa pastur lain yang bekerja di gereja tiga orang pastur asal Indonesia dan Australia yang bekerja di sini yang dihubungi oleh wartawan ABC Sastra Wijaya untuk mendengarkan suka duka pelayanan mereka di Buahendri SVD, MelbournePastur Bonifacius Buahendri berasal dari Nusa Tenggara Timur, dan sudah berada di Australia sejak tahun 1999. Dikenal dengan nama akrab Pater Boni, dia sekarang adalah pastur yang khusus melayani umat Katolik asal Indonesia di Melbourne yang dikenal dengan nama KKI Keluarga Katolik Indonesia."Setelah ditahbiskan sebagai imam di tahun 1998, saya kemudian diutus sebagai misionaris untuk melayani umat di Australia sebagai misi dari ordo saya, SVD." kata Pater Boni."Saya dikirim ke sini karena di Australia mulai kekurangan pastur terutama dari ordo kami, dimana banyak pastur yang sudah lanjut usia."Pater Boni kemudian bekerja di gereja lokal yang melayani umat Katolik Australia di negara bagian New South Wales yaitu di Newcastle and di tahun 2014, Boni diangkat untuk mengurusi khusus umat Katolik asal Indonesia di Melbourne, jabatan yang dikenal dengan sebutan chaplaincy di bawah Keuskupan Agung minggu, Pastor Boni akan memimpin misa dalam bahasa Indonesia yang dilakukan di tempat berbeda, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dengan lokasi gereja di Box Hill, Port Melbourne, Melbourne CBD dan didirikan di tahun 1987 dan tahun ini merayakan ulang tahun ke-30, dan menurut Pater Boni, umat asal Indonesia yang berada di Melbourne semakin bertambah dari tahun ke tahun."Dulu awalnya hanya ada misa sekali sebulan, namun sekarang setiap minggu ada misa, jadi 4 kali dalam sebulan. Juga sekarang ada sembilan wilayah dan 2 kategorial, dimana masing-masing mereka juga kadang mengadakan kegiatan sendiri." kata Pater tiga tahun melayani umat Katolik Indonesia di sini, apa yang dilihat oleh Pastur Boni sebagai tantangan yang harus dilakukan umat di sini? "Umat Katolik Indonesia di sini sebenarnya suka berkumpul dan mengadakan pertemuan, asal saja pasturnya juga ikut hadir. Mereka mau melayani sesama . Dari tahun ke tahun saya melihat dalam berbagai misa semakin banyak umat yang hadir." katanya. Namun Pater Boni mengharapkan bahwa kemudian umat Katolik Indonesia di Melbourne ini tidak sekedar berkumpul sesama mereka saja."Saya melihat masih sedikit yang kemudian terlibat dalam kegiatan sosial yang ada di kalangan gereja di lembaga sosial seperti Vinnies atau yang lain."Oleh karena itu, Pater Boni mendesak agar umat di sini agar lebih banyak mengikuti kegiatan di gereja lokal."Kehadiran KKI sebenarnya hanyalah untuk membantu umat untuk lebih terintegrasi ke dalam kehidupan masyarakat Katolik di Australia. Mereka harus lebih aktif di gereja lokal, harus mengenal siapa pastur mereka."John O'Doherty OMI, Adelaide Romo John O'Doherty OMI Foto Istimewa Pastur John O'Doherty adalah rohaniwan yang awalnya berasal dari Australia dan di tahun 1982 ditugaskan oleh Ordonya, OMI untuk melayani umat Katolik di kemudian selama 28 tahun bertugas di berbagai daerah di Pulau Jawa antara lain di Cilacap, Semarang, Yogyakarta dan John demikian dia biasanya dipanggil kemudian kembali ke Australia di tahun 2011 karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan yang lebih baik di Australia, dan setelah pernah bertugas di Perth Australia Barat sekarang menjadi pastur pembantu di Gereja St Pius X di Dernandcourt, Adelaide Australia Selatan.Selain melayani gereja lokal, sebulan sekali, Romo John yang fasih berbahasa Indonesia melayani umat Katolik Indonesia yang tergabung di dalam Keluarga Katolik Indonesia Adelaide KKIA."Setiap bulan, di gereja saya ini, saya memimpin misa yang dihadiri oleh sekitar 50-60 orang warga asal Indonesia." kata Romo sebelumnya, umat KKIA ini yang sudah bertemu teratur sebuilan sekali dilayani oleh pastor lokal dengan misa dalam bahasa Inggris. "Ketika saya kembali ke Australia untuk menjalani perawatan kesehatan, saya diberitahu ada komunitas Indonesia dan setelah bertemu beberapa kali saya menawarkan diri untuk melayani mereka." kata Romo John yang sekarang sudah berusia 84 tahun. Iklan Menurut Romo John, berkumpulnya umat Katolik asal Indonesia sekali sebulan merupakan hal yang ideal."Menurut saya dan juga beberapa orang lain, umat Katolik Indonesia tidak seharusnya membentuk sebuah paroki sendiri. Namun pertemuan bulanan bisa menjadi tempat untuk berkumpul bagi mereka, namun setelah itu di minggu-minggu lainnya, mereka ikut misa lokal." kata Romo apa yang dilihat oleh Romo John dalam enam tahun terakhir sejak dia kembali ke Australia adalah semakin banyaknya sumbangan yang diberikan oleh umat Katolik Indonesia ke gereja lokal."Di Adelaide, dalam misa KKIA ada kelompok paduan suara yang terdiri dari anak-anak muda yang juga tampil di gereja lokal di minggu-minggu lainnya. Ini bagus sekali, karena sekarang ini semakin sedikit yang terlibat dalam kegiatan gereja misalnya di bidang musik."Menurutnya, kebiasaan tampil menyanyi di gereja sebagai bagian dari misa/kebaktian sudah dilakukan anggota paduan suara sejak mereka berada di Indonesia."Ketika ada misa guna memperingati masa 50 tahun saya sebagai pastur di gereja lokal saya meminta paduan suara dari umat Indonesia untuk bernyanyi, karena saya ingin menunjukkan apa yang bisa dan sudah mereka lakukan untuk menyemarakkan penyelenggaraan misa di Australia," demikian Romo John O'DohertryMartin Situmorang OFM Cap, Sydney Pastur Martin Situmorang OFM Cap Foto Istimewa Pastur Martin Situmorang berasal dari Sibolga di Sumatera Utara, dan setelah ditahbiskan menjadi pastur di tahun 2009 kemudian ditugaskan oleh ordonya untuk bekerja di Australia, Ordo di Australia di tahun 2011, sekarang dia bekerja di Paroki Good Shepherds Gembala Baik di Plumpton, Sydney, melayani warga Katolik di daerah tersebut dan juga membantu pelayanan di wilayah Keuskupan ditahbiskan menjadi iman, Pastur Martin pernah bertugas di beberapa wilayah di Sumatera Utara diantaranya di Pulau Nias, Sibolga dan di Pastur Situmorang melihat perbedaan antara umat Katolik di Indonesia dan umat Katolik di Australia dari sisi jumlah yang hadir ke gereja setiap minggunya?"Dari sisi jumlah, kita bisa melihat bahwa semakin banyak umat di Indonesia yang datang ke gereja setiap minggunya, sedangkan di Australia yang terjadi justru kebalikannya, jumlah umat yang datang tidak sebanyak dulu lagi." katanya."Umat Katolik di Australia rata-rata sudah memiliki pendidikan, dan berbeda dengan umat di Indonesia, dan karenanya mereka sangat aktif mencari imannya. Mereka tidak sekedar iman buta, tetapi iman yang menuntut pengertian." "Jadi ini bukan lagi seperti di Indonesia, dimana semua apa yang dikatakan pastur adalah vitamin, sementara di sini mereka mengunyah-ngunyah dulu apa yang dikatakan oleh pastur." kata Pastur Martin lagi. Oleh karena itu menurutnya ketika pastor berkotbah dalam misa, maka hal-hal yang disampaikan harus memiliki aspek rasionalitas yang lebih masa lalu, Asia merupakan ladang bagi misi misionaris Kristen dan Katolik yang berasal dari Eropa dan Amerika Serikat, namun dalam beberapa dekade terakhir, yang terjadi adalah keadaan sebaliknya dimana lebih banyak pastur yang berasal dari Asia yang bekerja dan ditempatkan di negara seperti Australia dan umat Kristen di Australia melihat dan menerima para pastor tersebut?"Seperti dikatakan oleh Paus Fransiskus, masa depan gereja memang di Asia dimana pertumbuhan umatnya sangat pesat.""Dulu kita menerima misionaris dari Barat sekarang begitu banyak bahkan ribuan pastor dari Indonesia dan Asia dikirim ke luar negeri," kesannya, menurut Pastur Martin Situmorang, orang Asia dulunya lebih mudah menerima mereka "yang berkulit putih, dan bermata biru" dari pada kebalikannya."Di Australia umat di sini tidak memiliki pandangan yang sama seperti kita di Indonesia dulu melihat pastur dari Barat. Di sini umat tidak memiliki praduga sama sekali, namun mereka dengan pikiran terbuka ingin melihat bagaimana kualitas dari pastor yang datang, tidak melihat warna kilit mereka."Menurutnya, setelah umat mengenal pastor yang melayani mereka, maka kemudian umat akan menerima dan tidak memberikan perbedaan apakah pastur itu berkulit putih atau memiliki warna kulit lain."Mungkin di kalangan pastur Asia yang datang ke sini pada awalnya ada perasaan inferior rendah diri, namun kalau kita bisa membuktikan kita akan diterima." kata Pastur Martin Situmorang. Lihat Artikelnya di Australia Plus Romo-Romo Paroki Santo Yusup Ambarawa Gereja Katolik Paroki Santo Yusup Ambarawa telah melalui sejarah panjang sejak era kolonial hingga saat ini. Iman Katolik bertumbuh subur melalui karya-karya Ilahi yang disampaikan oleh para gembalaNya. Dari buah pemikiran dan totalitas para pastor / Romo-Romo yang pernah berkarya di Paroki Ambarawa, jadilah Gereja Jago tetap berdiri kokoh seiring perkembangan zaman dan teknologi saat ini. Berikut adalah Gembala-Gembala Suci yang saat ini mendedikasikan hidupnya di Ambarawa Romo Agustinus Budi Nugroho, SJ Romo Joannes Abdipranata, SJ Romo Agustinus Mintara, SJ Romo-Romo yang pernah bertugas di Paroki Santo Yusup Ambarawa Romo Agustinus Sigit Widisana, SJ Romo Aloysius Surya Wasita, SJ Romo Suryadi Romo Thomas Surya Awangga, SJ Romo Dwijo Romo Sugiarta Romo Toto Romo Theo Romo Hartomo Romo Yitna Romo Herman Romo Awan Romo Mulyadi Romo Ponco Romo Pujo Romo Pranata Berikut ini adalah Pastor-Pastor Belanda yang membuka jalan bagi pintu masuknya ajaran gereja Katolik di Ambarawa Pastor C. Franssen Pr 1859 – 1861 Pastor J. Sanders 1861 – 1862 Berikut adalah daftar Pastor – Pastor Jesuit yang pernah bertugas di Paroki Ambarawa NamaTahun BertugasJoannes Franciscus van der Hagen1863 – 1867Joannes de Vries1868 – 1871Franciscus de Bruijn1872 – 1879, 1882 – 1900Joannes Hendrichs1880 – 1881Mauritius Timmers1901 – 1903Fredericus van Meurs1904Cornelius Stiphout1905 – 1918Adrianus Van Kalken1922 – 1927Cornelius Lucas1922 – 1923Cornelius Groot1923Jacobus van Zon1924 – 1929Eduardus Engbers1927 – 1929Jacobus Schots1927 – 1928Leopoldus van Rijckevorsel1928 – 1936Romualdus Jasawihardja1929 – 1931, 1945Hubertus de Kuijper1929Camillus Tjiptakoesoema1929 – 1930Joannes van Horsen1930 – 1935Aloysius de Kuijper1930 – 1931Wilhelmus Rietra1930 – 1931Aloysius Prawirapratama Soekiman1931 – 1933, 1948 – 1949, 1955 – 1965Joannes Houben1932 – 1934Crispinus Martawerdaja1932 – 1933, 1958 – 1964Victor van der Putten1932 – 1943Joannes ten Berge1934 – 1939Alfonsus Darmawijata1934 – 1935Cornelius Doumen1935Joannes Diderich1937 – 1943Leonardus Daroewenda1938 – 1939Aroen Poespaatmadja1938 – 1940Theodorus Cocx1939 – 1943Petrus Middendorp1940Jesualdus Radijahardjana1940Hubertus Snijders1940, 1949 – 1951Josephus Dieben1941 – 1943Lambertus Gorens1941 – 1942Cornelius Rommens1941 – 1942, 1951Petrus Boedipoernama1943Aloysius Darmasamita1943Suitbertus Bratasoeganda1947Constantius Harsosuwito1947Antonius Soenarja1947Petrus Chrysologus Sutopanitro1947Franciscus Xaverius Woerjaatmadja1947 – 1952, 1954 – 1963Carolus Looymans1948 – 1950Henricus Loeff1949Antonius Mulder1949Joannes Stormmesand1949 – 1951Franciscus Xaverius Sujatawidija1949Josephus van Baal1950Hubertus Judasumarta1950 – 1955Albertus Rutten Rudito1950 – 1951Marcellinus Soemadiwirja Soemadi1950Bernardinus Soemarna1950 – 1960, 1965 – 1968Tarcisius Widyana1950Augustinus Gandawarsita Boediharda1951 – 1953Ludovicus Moerabi1951 – 1952Theodorus Poespasoeparta1951 – 1952Robertus Hardawiryana1952Wilhelmus de Jong1952 – 1953Paulus van Weert1952 – 1954Joannes Reijnders1953 – 1957Lucas Koersen1954, 1972 – 1976Leonardus Schlattmann1954 – 1958Henricus Taks1954 – 1956Henricus Constant van Deinse1955Joannes Vossen Waskito1955 – 1957Joannes Tan Jan Hong1956 – 1957Aloysius Siswapranata1957 – 1959Tarcisius Wignjasoepadma 1957 – 1960Ignatius Adimoedarta1958 – 1966Josephus Theng Tok Hiang1958Wilhelmus Vendel1961 – 1970Albertus Pratignja1963 – 1964Thomas Verhoeven 1963 – 1973Josephus Resawiratma1964 – 1965Florentinus Harsanto1965Franciscus Xaverius Wirjasudarma1965 – 1967Oswaldus Verdier1966 – 1970Romanus Adisunoto1968Matthias Jonckbloedt1969 – 1971Franciscus Xaverius Wirjapranata1971 – 1973Leonardus van Woerkens1972 – 1979Petrus Teeuwisse1974 – 1975Henricus Wakkers1974 – 1984Gerbrandus Schoonhoff1977 – 1987Marcus Syamsul Wanandi Liem Bian Gie1977Cyrillus Widayaputranta1978, 1980 – 1985Joannes Groenewoud1980 – 1985Nicasius Haryono1983 – 1987Franciscus Xaverius Widoyoko1985 – 1987Fredericus Pranata Widjaja1986 – 1987Sumber Buku “SERIKAT YESUS DI INDONESIA 1860 – 1987” Berikut adalah daftar Pastor – Pastor Jesuit yang Beristirahat Kekal di Paroki Ambarawa Nama PastorTahun BeristirahatFranciscus de Bruijn1901Theodorus Korndoerffer1934Petrus Muller1936Antonius Ijsseldijk1937Henricus Koch1938Augustinus Nolthenius de Man1940Jacobus Schots1941Gerardus Schmedding1943Antonius van Hoof1945Joannes Sevink1945Theodorus Teppema1945Franciscus Oosthout1946Antonius van Aernsbergen1951Josephus van Baal1952Henricus Plag1953Michael Reksaatmadja1954Franciscus Fleerakkers1955Leonardus Daroewenda1957Albertus Winkel1959Joannes Diderich1960Hubertus Snijders1960Joannes van Driel1962Leonardus Schlattmann1965Antonius Spekle1966Victor van der Putten1967Romualdus Purwita1969Hubertus de Kuijper1971Petrus Carri1973Wilhelmus Krause van Eeden1973Oswaldus Verdier1973Thomas Verhoeven1974Lucas Koersen1977Sumber Buku “SERIKAT YESUS DI INDONESIA 1860 – 1987”

daftar nama pastor di indonesia